Rabu, 02 Desember 2009

Bila Jatuh Bangunlah!!!

Bila Jatuh Bangunlah !!!!!

Mencapai Impian Sukses, hanya dengan cara kerja dan upaya keras, gagalnya justru sekitar 97%, dan cenderung jatuh dalam jurang frustasi. Bahkan bisa jatuh dan tak bangun-bangun. Komponen utama justru terletak pada hati. Hati inilah yang perlu mengalami proses konstruksi baru. Bagian ini justru peluangnya sangat besar, dan perlu dibangun ulang!

Buku ini memberi sentuhan baru dalam kesuksesan, yaitu dengan penggunaan manfaat besar dua sumber motivasi akbar, yaitu solusi yang bersumber dari motivasi psikologis. Kedua, motivasi amaliah dari nilai-nilai ilahiyah. Misalnya berani beramal sholeh, bersedekah, khasiat ketaqwaan, bahkan musibah pun menyimpan kekuatan perubahan total kehidupan seseorang. Gabungan dua sumber motivasi ini, ternyata menghasilkan kekuatan yang tak terduga.

Buku ini mengajak dan memicu berpikir kreatif, bersikap positif, bertindak produktif dan melejitkan potensi diri dan semangat hidup. Buku yang ditulis oleh Sang Spiritual Motivator Nasional N.Faqih Syarif H layak anda miliki, anda baca ,dan terapkan dalam kehidupan Anda. Jangan lupa ajarkan juga pada orang lain!

Judul Buku : Bila Jatuh Bangunlah !!!
Tebal : 173 hal
Penulis : N. Faqih Syarif H
Penerbit : PT Java Pustaka Group, Desember 2009
ISBN : 978-979-1121-82-8
Harga : Rp. 35.000,-

Senin, 05 Oktober 2009

Melejitkan kekuatan diri.

Melejitkan Kekuatan Diri! (RESENSI)
By. Radinal Mukhtar


Jamil Azzaini, inspirator sukses mulia, dalam bukunya Tuhan Inilah Proposal Hidupku, menjelaskan bahwa cara pertama yang harus kita lakukan untuk menjadi orang yang sukses lagi mulia adalah dengan meyakini bahwa diri kita adalah masterpiece Tuhan yang tiada duanya. Semenjak dilahirkan dalam hidup ini, kita telah ditakdirkan untuk menjadi pribadi yang istimewa, yang tak memiliki kesamaan dengan pribadi lainnya. Setelah itu, barulah kita akan menjalankan tahap-tahap selanjutnya yaitu dengan menetapkan prestasi terbaik, menjadi expert atau ahli dibidangnya, menyempurnakan kehidupan pribadi hingga akhirnya menyempurnakan lingkungan sekitar.

Hal tersebut sangatlah senada dengan apa yang difirmankan Allah SWT dalam al-Qur'an surah At-Tin Ayat 4, yang menjelaskan bahwa kita (manusia) adalah makhluk ciptaan Allah yang diciptakan dalam bentuk yang terbaik dibanding ciptaan-ciptaan Allah yang lainnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan sebuah penelitian Tony Buzan, yang dikutip oleh Faqih Syarif dalam bukunya Al-Quwwah Ar-Ruhiyah, bahwa dalam setiap tubuh manusia terdapat energi atom yang cukup besar untuk membangun kota terbesar di dunia beberapa kali. Mata manusia mampu mendeteksi lebih dari 10 juta warna yang berbeda secara instan. Begitu pula telinga, hidung dan juga mulut yang memiliki kemampuan luar biasa dibanding tekhnologi mutakhir yang paling canggih sekalipun. (Faqih Syarif, 2009)

Lantas, bila kita memang diciptakan dengan potensi yang sangat luar biasa tersebut, mengapa kehidupan yang kita alami berbeda? Ada yang menjadi pengusaha sukses, namun ada juga yang mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Ada yang menjadi orang kaya namun lebih banyak yang menjadi orang miskin. Apa yang membedakan mereka? Jawabannya adalah Motivasi diri.

*****

Buku Al-Quwwah Ar-Ruhiyah pun lahir juga dengan landasan sebuah motivasi. Dalam pengantarnya, Penulis menjelaskan bahwa buku tersebut lahir berkat dua motivasi besar;

Pertama adalah untuk mengetahui mengapa ummat islam terdahulu, sebagaimana dikisahkan dalam kitab-kitab sirah dan tarikh, dapat melakukan hal-hal yang luar biasa bahkan diluar batas kemampuan muslim lainnya, padahal memiliki potensi yang sama. dan Kedua adalah untuk dakwah yang merupakan tugas yang mulia bagi ummat manusia.

Buku setebal 212 halaman ini diawali dengan penjelasan tentang tiga macam motivasi yang dipakai manusia pada umumnya, dalam menjalani kehidupan; yaitu motivasi materi (al-Quwwah ar-Madiyah), motivasi emosional (al-Quwwah al-Ma'nawiyah) dan terakhir dan yang akan dibahas dengan panjang lebar adalah motivasi spiritual (al-Quwwah ar-Ruhiyah). Penjelasan tentang tiga macam motivasi tersebut semakin menarik karena diselingi dengan kisah-kisah yang ada disekeliling kita sendiri.

Pada bab ke-dua, penulis yang sedang merintis pesantren terbuka Fikrul Mustanir tersebut menjelaskan dengan panjang lebar tentang motivasi spiritual (Al-Quwwah Ar-Ruhiyah) yang pada akhirnya mempunyai titik akhir pada lillahi ta'ala (Allah lah segala-galanya). Dan itulah sebabnya, jika kita baca kitab-kitab sirah dan tarikh, ummat islam dapat memenangkan peperangan melawan kaum kafir yang jauh lebih banyak jumlahnya dan jauh lebih baik senjatanya. Begitu pula dengan pahlawan-pahlawan kemerdekaan negeri ini, yang mampu memenangkan peperangan melawan penjajah yang bersenjata lengkap, dengan hanya mengandalkan bambu runcing sebagai senjata. Al-Quwwah Ar-Ruhiyah (Kekuatan Spiritual) telah menjadikan mereka mencintai kematian sebagaimana penjajah mencintai kehidupan.

Dan, pada bab-bab selanjutnya, yaitu bab 3 sampai bab 6, kita akan mendapatkan penjelasan tentang cara-cara melejitkan potensi diri berikut dengan tips-tips yang mudah dipahami dan sangat baik untuk dikerjakan. Kita akan diarahkan untuk dapat memahami potensi-potensi yang ada dalam diri kita dengan cara memahami hakikat kehidupan. Kita juga akan diarahkan untuk menyusun target-target prioritas kita jauh kedepan dengan cara SMART (Spesific, Measurable, Achievable, Reality-Based, Trackable). Bahkan, kita akan diajak untuk memandang kehidupan dengan sebuah pandangan (paradigma) yang benar, paradigma yang tidak terpengaruh oleh lingkungan tetapi dapat mempengaruhi lingkungan.

******

Sebuah pepatah pernah mengatakan, TIDAK ADA BUKU BARU ATAU BUKU LAMA, yang ada adalah BUKU YANG TELAH DIBACA ATAU BUKU YANG BELUM DIBACA. Karena itulah, membaca buku ini, saya rasa tidaklah menjadi permasalahan yang sangat rumit bagi kita. Selain karena bahasanya yang renyah dan mudah dipahami, ukuran buku yang mini sehingga dapat dibawa kemana-mana ataupun dibaca disaat menunggu ataupun santai, buku ini sangatlah bermanfaat bagi kita.

Terakhir, satu kunci yang saya dapatkan ketika menghadiri Launching buku ini adalah TIDAK ADA MANFAATNYA TANPA ADA PRAKTEK. Lejitkanlah kekuatan diri yang ada dalam diri kita masing-masing untuk menjadi seorang muslim yang benar-benar, dalam bahasanya Fachmy Casofa, inspiratif. Yang memiliki Satu Jiwa namun menghasilkan Sejuta Karya. LUAR BIASA!!!

Judul : Al-Quwwah Ar-Ruhiyah; Kekuatan Spirit Tanpa Batas
Penulis: N. Faqih Syarif H
Penerbit: AlBirr Press

; Catatan Launching Buku Al-Quwwah Ar-Ruhiyah di Gramedia Expo, Rabu 04 Oktober 2009
Radinal Mukhtar Harahap

Kamis, 27 Agustus 2009

Kunci Bahagia Dunia dan Akherat


Kunci Bahagia dunia dan Akherat

Sobat, kebahagiaan adalah sesuatu yang kita cari dalam hidup ini bahkan merupakan tujuan hidup kita. Bukankah sepanjang hidup kita senantiasa mencari sesuatu yang lebih baik lagi? Banyak orang yang mencari kebahagiaan tetapi tak kunjung dapat. Ini sama sekali bukan berarti bahwa kebahagiaan itu sulit ditemukan. Bahkan sebenarnya kebahagiaan itu berada sangat dekat dengan kita. Yang membuat kita sulit menemukan kebahagiaan adalah karena kita sering terkecoh oleh sesuatu yang “menyamar” sebagai kebahagiaan

Sobat, Tahukah Anda siapa yang sering menyamar sebagai kebahagiaan? Inilah yang disebut kesenangan. Banyak orang yang merancukan kebahagiaan dengan kesenangan. Kesenangan bersifat sementara. Kesenangan bisa dicapai dari hal-hal yang bersifat fisik. Ini menghasilkan kepuasan, tetapi kepuasan yang dihasilkan tidak akan bertahan lama.

Kebahagiaan yang bergantung pada kesenangan fisik tidak mantap; suatu hari, kebahagiaan itu Anda rasakan, esoknya mungkin tidak. Ketika memilih “kesenangan” dan menganggapnya sebagai “kebahagiaan”, itu artinya kita sudah berjalan ke arah yang berbeda dengan jalan kebahagiaan. Karena itu, semakin jauh menikmati kesenangan, semakin jauh pulalah kita dari jalan kebahagiaan.

Ketika seseorang akan melakukan korupsi, ia pasti didorong oleh keinginannya untuk hidup lebih baik, untuk hidup lebih nyaman, untuk mencapai kebahagiaan. Orang yang korupsi sebenarnya mencari kebahagiaan, tetapi ia tidak menyadari bahwa apa yang ada di depan matanya itu sama sekali bukan kebahagiaan. Ia tidak tahu bahwa saat ini sedang berhadapan dengan “kesenangan” . Ia telah melihat “kesenangan” sebagai “kebahagiaan”. Orang yang berselingkuh sama saja. Orang-orang ini juga adalah mereka yang mendambakan kebahagiaan. Ketika melihat lawan jenis yang menggairahkan, yang terbayang di mata mereka adalah kebahagiaan apabila mereka mendapatkannya. Mereka juga tidak sadar bahwa yang berdiri di hadapan mereka bukanlah kebahagiaan, melainkan kesenangan dan kenikmatan yang menyamar sebagai kebahagiaan.

Sobat, Jalan kebaikan senantiasa berakhir pada kebahagiaan, sementara jalan kesenangan sering berakhir pada kesengsaraan. Kebahagiaan itu adalah apa yang kita lakukan dan tercapainya segala sesuatu sesuai dengan keridhoan Allah SWt dan keridhoan Allah Swt akan tercapai bila kita melakukan segala sesuatu berdasarkan perintah dan larangan-Nya. Itulah yang menjadikan hati kita tenang dan kedamaian pikiran. Makin tinggi tingkat ketenangan pikiran kita, makin besar kedamaian yang kita rasakan, makin besar kemampuan kita menikmati hidup yang bahagia.

Orang yang berbahagia adalah orang yang dapat mengurai dan menjawab dengan benar dari mana kita berasal? ( Siapa yang menciptakan kita?) , Untuk apa kita hidup?, Dan Mau kemana kita akan kembali setelah hidup di dunia ini? . Orang yang berbahagia adalah orang yang dapat berdamai dengan dirinya, dengan orang lain, dan dengan Allah SWt.
Sobat, Valentino Dinsi dalam bukunya 8 Secrets , Delapan Rahasia meraih kebahagiaan dunia dan akherat menyebutkan untuk menggapai kebahagiaan sebagaimana do’a yang setiap selesai sholat kita lantunkan dan orang bilang doa sapu jagad yaitu:
 •            • 
201. dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka"[*].(TQS. Al-Baqarah 201)

[*] Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang Muslim.

Maka apa saja yang harus kita lakukan untuk meraih kebahagiaan dunia dan akherat?

1. Kekuatan Niat : Segala sesuatu tergerak dari niat. Dengan kuatnya niat akan menggerakkan pikiran dan tindakan searah tujuan yang kita inginkan. Semakin tulus, kuat dan ikhlasnya niat semakin cepat juga mengarahkan pikiran dan tindakan kepada tujuan. Bukankah Rasulullah SAW menegaskan ” Wahai segenap manusia! Sesungguhnya setiap amal perbuatan ( Action atau tindakan) tergantung kepada niat. Dan seseorang akan mendapatkan (the result) sesuai apa yang diniatkan.” (HR. Bukhari-Muslim)
2. Kekuatan Do’a : Jalaludin Rumi pernah berkata ” Semua ada dalam dirimu. Mintalah melalui dirimu sendiri.” Dalam Hadits qudsi disebutkan Allah berfirman : ” Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, pasti akan Kukabulkan, dan Siapa yang memohon kepada-Ku, pasti akan Kuberi, dan siapa yang mohon ampun kepada-Ku pasti akan kuampuni.” Jika kita tidak pernah meminta, maka kita tidak akan pernah menerimanya, banyak orang minta sesuatu, tetapi kemudian menjadi ragu-ragu sehingga apa yang ada, tidak betul-betul termanifestasikan. Tanpa sadar terjadi energi ’penolakan’ akibat keragu-raguannya.
3. Kekuatan Dzikir: Allah memberikan jalan untuk menenangkan hati dan pikiran kita melalui dzikir. Khusuk dalam berdzikir, membuat hati menjadi tenang. Dengan dzikir yang kuat kita measakan kehadiran Allah. Ihsan. Bukan membayangkan Zat-Nya tetapi keberadaan-Nya. Gerak visual alam semesta adalah refleksi dari kehadiran-Nya.Dengan berdzikir secara khusuk Allah memberikan rahmat kepada kita dan itu bisa berupa ketentraman dan jalan keluar apa yang kita inginkan. Bisa juga rezeki yang tidak disangka-sangka. Allah berfirman :
      
152. karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu[*], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.(TQS. Al-Baqarah 152)

[*] Maksudnya: aku limpahkan rahmat dan ampunan-Ku kepadamu.


4. Kekuatan Iman dan Takwa : Dengan kekuatan Iman dan Takwa, Allah akan membukakan jalan keluar dari sesuatu yang sebelumnya tidak kita duga.Sesungguhnya hanya orang-orang yang beriman yang mendapat petunjuk dan merakalah orang yang beruntung. Kekuatan Iman dan Takwalah yang benar-benar menggerakkan alam semesta mendukungnya atau disingkat mestakung. Dengan beriman dan bertakwa maka Allah akan limpahkan berkah dari langit dan bumi bisa baca QS. Al-a’raaf 96, diberikan jalan keluar dan rezeki yang tidak disangka-sangka baca QS Ath-Thalaq 2, Mendapatkan kebahagiaan di negeri akherat lihat QS Ali-Imran 15.
5. Kekuatan Syukur : Janji Allah pasti benar. Jika kita bersyukur dalam kondisi apa pun, Allah pasti akan menambah nikmat-Nya kepada kita. Silahkan baca QS. Ibrahim ayat 7. Rasulullah Muhammada Saw merupakan contoh dan teladan yang terbaik manusia yang bersyukur. Beliau merupakan orang yang ahli ibadah. Padahal beliau adalah orang yang bebas dari dosa dan dijamin masuk surga. Tetapi beliau tetap begitu semangat dan keras usahanya dalam beribadah kepada Allah Swt. Alasan beliau adalah ibadah bagian dari syukur beliau. Jika Rasulullah Saw yang ma’shum saja seperti itu ibadahnya, bentuk rasa syukurnya, lalu bagaimana dengan kita yang bukan nabi, bukan orang yang terpelihara dari dosa? Harusnya malah lebih banyak dan keras usahanya beribadah sebagai wujud syukur kita kepada-Nya.
6. Kekuatan Sedekah : Sedekah adalah merupakan sebuah investasi abadi dengan pengembalian yang ternilai. Kita memberikan pinjaman kepada Allah, maka pinjaman tersebut dikembalikan oleh Allah dengan keuntungan yang berlipat ganda. Tidak hanya keuntungan di dunia,tetapi di akherat. Banyak janji-janji Allah yang disebutkan dalam al-qur’an seperti pada QS al-baqarah 245 dan QS al-baqarah 261. Rasulullah Saw.pernah bersabda ; ” Jauhilah api neraka walaupun hanya dengan sepotong kurma.” Lihatlah sobat, keagungan berinfak! Separuh buah kurma dapat menyelamatkan anda dari api neraka. Jadi apalagi yang kita tunggu? Ayo Sobat, Marilah kita berinfaq!
7. Kekuatan Tahajjud : Sholat tahajud ternyata tidak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapat maqam ( tempat) terpuji di sisi Allah. Silahkan baca QS Al-Isra’ ayat 79 tapi juga sangat penting bagi kesehatan dan dunia kedokteran. Silahkan baca buku hasil penelitian atau Desertasi Doktor Prof. Mohammad Sholeh, Dosen IAIN Sunan Ampel saat kuliah S-3 di Fak. Kedokteran UNAIR sby beliau mengatakan, ”Jika Anda melakukannya secara rutin, benar, khusyuk, dan ikhlas, niscaya anda terbebas dari infeksi dan kanker.”
8. Kekuatan mujahadah atau Totalitas bertindak dan Tawakkal kepada Allah. Dengan totalitas bertindak, setiap orang akan mampu mengukir prestasi dengan penuh kegairahan, kemudian secara pasti akan mengembalikan harga diri. Hal ini menunjukkan pentingnya etos kerja melalui hidup penuh kesungguhan dan kerja keras tanpa kenal putus asa. Jika ini disinergikan dengan tawakkal maka akan lahir pribadi yang ynggul dan tangguh dengan tetap dilandasi oleh nilai kearifan. Bukankah Allah berfirman :
      •    
..”kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (TQS.Ali –Imran 159).
Sobat, sebagai penutup dari tulisan yang singkat ini, Ingatlah bahwa kita hidup di dunia ini hanya untuk beribadah dan mengabdi kepada-Nya. Dunia adalah sawah ladangnya akherat tempat kita menabur dan menanam benih kebaikkan maka Insya Allah di akherat kita akan mendapatkan balasan kebaikkan. Salam Dahsyat dan Luar Biasa! Never Give Up! Allahu Akbar!
( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Rabu, 19 Agustus 2009

Raihlah Kemerdekaan Hakiki!

Raihlah Kemerdekaan Hakiki dengan Syariah Islam !

Mungkin kita sudah lupa, berapa kali kita sudah merayakan kemerdekaan kita. Akan tetapi, benarkah kita benar-benar sudah merdeka? Jawabannya: Belum!

Secara ekonomi, jelas kita masih dijajah. Kebijakan-kebijakan ekonomi kita masih merujuk pada Kapitalisme Barat. Ketergantungan ekonomi kita pada negara-negara kapitalis Barat juga luar bisa. Yang paling menyolok adalah utang luar negeri yang terus bertambah dan menjadi beban yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Secara politik, kita juga masih dijajah. Buktinya, sistem politik yang kita anut, yakni demokrasi, lagi-lagi berasal dari negara kapitalis penjajah. Tragisnya, demokrasi menjadi alat bagi penjajah Barat untuk menjamin kepentingan-kepentingannya.

Lihat juga hukum kita. Hampir bisa disebut masih didominasi oleh hukum-hukum kolonial.


Di samping itu, kemiskinan menjadi penyakit umum rakyat; busung lapar dan gizi buruk terjadi di mana-mana. Negara juga belum berhasil membebaskan rakyatnya dari kebodohan. Jadilah rakyat semakin lengkap penderitaannya.


Rakyat juga masih belum aman. Pembunuhan, penganiyaan, dan kriminalitas menjadi menu harian rakyat Indonesia. Bukan hanya tidak aman dari sesama, rakyat juga tidak aman dari penguasa mereka. Hubungan rakyat dan penguasa bagaikan hubungan antarmusuh. Tanah rakyat digusur atas nama pembangunan. Pedagang kaki lima digusur di sana-sini dengan alasan penertiban. Pengusaha tidak aman dengan banyaknya kutipan liar dan kewajiban suap di sana-sini. Para aktifis Islam juga tidak aman menyerukan kebenaran Islam; mereka bisa diculik kapan saja dan dituduh sebagai teroris.


Mengapa kita masih belum benar-benar merdeka dari penjajahan? Jawabannya sederhana: kita masih memakai sistem yang berasal dari penjajah, yaitu Kapitalisme. Kita juga masih percaya kepada penguasa, politisi, dan para intelektual yang menjadi kaki tangan penjajah.


Karena itu, kunci agar kita benar-benar mampu melepaskan diri penjajahan ada dua: (1) melepaskan diri dari sistem kapitalis dalam segala bidang; (2) jangan percaya pada penguasa dan politisi yang menjadi kaki tangan negara-negara kapitalis.

Tentu saja, tidak sekadar melepaskan diri dari sistem kapitalis. Sebagai solusinya, kita harus menerapkan aturan-aturan Islam dalam seluruh kehidupan kita. Hanya dengan syariat Islamlah kita dapat lepas dari aturan-aturan penjajahan. Hanya dengan syariat Islam pula kita bisa meraih tujuan-tujuan bernegara.


Syariat Islam yang akan diterapkan oleh Khilafah Islam akan menjamin kesejahteraan rakyat karena kebijakan politik ekonomi Islam adalah menjamin kebutuhan pokok setiap individu rakyat. Lebih dari kebutuhan pokok (primer), negara juga akan memberikan kemudahan kepada rakyat untuk mendapatkan kebutuhan sekunder dan tersier. Jadi, jangan Anda bayangkan kalau syariat Islam tegak, Anda tidak boleh punya BMW atau rumah bagus. Tentu saja boleh, asal diperoleh dengan cara yang halal.


Negara juga akan menjamin kebutuhan vital bersama rakyat seperti kesehatan gratis, pendidikan gratis, dan kemudahan transportasi. Khilafah Islam juga akan menjamin keamanan rakyat dengan menerapkan hukum yang tegas.


Sering muncul sanggahan untuk kembali pada syariat Islam. Mereka yang pro penjajah kapitalis sering mencontohkan kemajuan Amerika dan negara-negara Barat lainnya yang sejahtera, aman, serta mengalami kemajuan sains dan teknologi karena menerapkan sistem kapitalis. Lalu muncul pernyataan sinis, kalau dengan Kapitalisme bisa sejahtera dan maju, mengapa harus dengan syariat Islam?


Mereka lupa, Kapitalisme memiliki cacat yang mendasar. Pertama, sistem Kapitalisme tidak menenteramkan jiwa. Memang, negara-negara kapitalis telah menunjukkan kemajuan yang besar di bidang peradaban fisik sains dan teknologi, tetapi kehidupan sosial mereka hancur-hancuran. Kehausan spiritual, perpecahan keluarga, sampai gejala kesepian merupakan penyakit sosial yang merajalela di sana.


Kedua, kejayaan peradaban fisik sistem Kapitalisme dibangun atas penderitaan rakyat negara lain yang mereka jajah. Tidak segan-segan mereka memerangi suatu negara untuk mengeksploitasi kekayaan alam negara itu. Contohnya adalah Irak. Mereka juga memiskinkan negara-negara lain lewat jebakan utang luar negeri, dominasi mata uang dolar, dan investasi asing yang lebih menguntungkan Barat. Untuk kepentingan ekonominya, mereka membuat berbagai perang. Tidak mengherankan jika di wilayah yang kekayaan alamnya besar, biasanya di sana mereka membuat konflik. Contohnya adalah di Irak, Afganistan, Sudan Selatan, Asia Tengah, dan Indonesia—di Aceh, misalnya.


Sebaliknya, dalam sistem Islam, kemajuan sains dan teknologi dan pembangunan fisik lainnya yang sifatnya materi bisa diraih, tetapi sekaligus juga menenteramkan jiwa. Sebab, Islam membolehkan rakyatnya untuk mengadopsi sains dan teknologi maju dari manapun, bahkan mendorong negara untuk menguasai dan mengembangkannya; tidak lain untuk keperluan melayani masyarakat dan jihad menyebarluaskan dakwah Islam. Wajar jika pada masa Islam ditegakkan, umat Islam unggul dalam sains dan teknologi. Itu terjadi pada masa Khilafah. Pada saat yang sama, kalbu-kalbu mereka merasa tenteram, karena Islam dibangun atas dasar akidah Islam yang memuaskan akal dan sesuai dengan fitrah manusia.

Daulah Khilafah Islam juga tidak memiliki motif ekonomi untuk mengeksploitasi kekayaan alam negara yang tunduk pada Islam. Daulah Khilafah Islam akan mensejahterakan seluruh rakyatnya; baik rakyat yang menaklukkan atau yang ditaklukkan; Muslim atau non-Muslim.

Terakhir, ini yang jelas tidak dimiliki oleh sistem kapitalis, yakni keridhaan Allah Swt. Dengan sistem Islam, rakyat, di samping mendapat kebahagian di dunia, juga akan mendapat kebahagian di akhirat, karena mereka telah melakukan sesuatu yang diridhai Allah dengan menjalankan syariat-Nya. Itulah kemerdekaan sejati yang hanya akan kita raih dengan cara menegakkan syariat Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah. Allâhu akbar! [Farid Wadjdi ]

Selasa, 18 Agustus 2009

MHTI Jateng Menbentuk Ibu dan Remaja Berkarakter Islam

MHTI Jateng Membentuk Ibu dan Remaja Berkarakter Islam

HTI Press- Sebagai tindak lanjut dari talkshow “Membentuk Generasi Berkarakter Islam untuk Mewujudkan Generasi Mandiri” yang telah diselenggarakan pada 20 Juli 2009, Muslimah HTI DPD I Jateng menyelenggarakan Training Muslimah bertajuk Ibu dan Remaja Muslimah Pembangun Generasi Berkarakter Islam pada hari Ahad, 9 Agustus 2009 bertempat di Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang. Peserta training adalah ibu dan remaja kurang lebih 50 orang yang sebelumnya hadir pada acara Talkshow “Membentuk Generasi Berkarakter Islam untuk Mewujudkan Generasi Mandiri”.

Training dibagi menjadi dua kelas, kelas Ibu dihadiri kurang lebih 15 peserta dipandu trainer dari Surabaya, Ustadzah Nurul Izzati,S.Kom,(Muslimah Hizbut Tahrir DPD I Jawa Timur). Dalam paparannya Ustdz. Nurul Izzati menyampaikan bahwa bagi seorang ibu anak adalah sebagai amanah Allah,terlahir dalam kondisi fithrah ketaatan sempurna kepada Allah sehingga tanggungjawab orang tua untuk mengembalikannya kepada Allah dalam kondisi fithrahnya lagi yaitu mencapai ketaatan sempurna kepada Allah sang Pencipta. Anak juga merupakan investasi akherat bagi orang tuanya karena do’a anak yang shloleh akan mengalirkan pahala pada orang tuanya yang sudah meninggal, disampaikan pula bahwa anak adalah aset masa depan Islam, sehingga perlu mendidik anak menjadi generasi yang siap berjuang memuliakan Islam. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa untuk menghasilkan generasi pejuang Islam maka diperlukan konsep pendidikan yang berpola pikir islam dan berpola sikap islam sehingga mampu terwujud perilaku islami pada diri anak.

Minimal ada tiga hal yang diperlukan yaitu keteladanan orang tua dalam ketaatan kepada Allah, senantiasa membangun konsep diri positif pada anak agar menjadikannya anak percaya diri dan tahan banting, terakhir agar orang tua harus selalu mendo’akan anak dan membantu anak untuk taat pada Allah swt. Beliau menyampaikan materi dengan menarik dan mengambil contoh dari kehidupan sehari-hari seorang ibu yang berkutat dengan anak yang sangat kreatif, belajar dengan mengeksplorasi benda dan lingkungan, namun lebih sering ibu mengartikan tingkah anak tersebut sebagai hal yang nakal dan merepotkan ibu. Contoh-contoh yang diambil begitu dekat dengan kehidupan ibu membuat paparan beliau terasa mengalir dan mudah dipahami para ibu peserta training. Sesi terakhir training ditawarkan bagi para ibu untuk menjadi pelajar hizbuttahrir guna menambah kelimuan tentang pendidikan berkarakter islam.

Kelas remaja dipandu trainer dari Muslimah Hizbut Tahrir Jatim Ustadzah Aisyah Alfathinah. Beliau menyampaikan bahwa saat ini sangat dibutuhkan remaja-remaja cerdas, digambarkan bahwa remaja cerdas adalah yang memahami hakekat kehidupannya yang berasal dari Allah dan kelak akan kembali kepada Allah dalam keadaan keimanan tertinggi. Sehingga ketika hidup di dunia semata-mata untuk menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Seorang remaja cerdas mampu memahami bahwa permasalahan keterpurukan umat Islam adalah akibat tidak sempurnanya penerapan hukum karena tidak ada institusi penerap syariah yaitu khilafah islamiyah. Karenanya seorang remaja cerdas yang berkarakter islam(berpola pikir islam dan berpola sikap islam) sudah sepatutnya menempa dirinya menjadi pejuang yang menyuarakan penerapan syariah Islam dan penegakan institusi penerapnya yaitu Khilafah Islamiyah. Training kelas remaja ditutup dengan renungan singkat, dengan harapan akan terlahir remaja-remaja cerdas pejuang syariah, penegak khilafah. (LI Jateng)

Selasa, 11 Agustus 2009

Terorisme dan Stigmatif Negatif Perjuangan Syariah dan Khilafah

Terorisme dan Stigmatif Negatif Perjuangan Syariah dan Khilafah
Mantan Kepala BIN A.M Hendropriyono kembali mengundang kontroversi. Dalam wawancara dengan TV One 29/7/2009) Hendropriyono berusaha mengkaitkan antara terorisme dengan apa yang dia sebut sebagai wahabi radikal. Menurutnya wahabi radikal merupakan lingkungan yang cocok (habitat) bagi terorisme. Tidak hanya itu, Hendropriyono juga mengkaitkan wahabi radikal dengan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin.
Pernyataan ‘ngawur’ seperti ini disamping banyak yang tidak berdasarkan fakta juga berbahaya. Meskipun tentu harus diakui memang ada kelompok Islam memilih jalan kekerasan tujuannya. Namun melakukan generalisasi dengan menyatakan itu setiap kekerasan adalah terorisme adalah keliru. Beberapa kelompok Islam seperti Hizbut Tahrir telah menegaskan ketidaksetujuannya bahkan pengecaman terhadap pemboman yang salah seperti pemboman di Jakarta baru-baru ini .
Tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok mujahidin Islam di Palestina, Irak, dan Afghanistan, tidaklah bisa disebut tindakan teroris. Apa yang dilakukan oleh umat Islam disana adalah jihad memerangi penjajah yang telah menduduki, merampas, dan membunuh umat Islam. Sudah tidak terhitung berapa nyawa umat Islam terbunuh akibat penjajahan ini. Hal yang sama pernah dilakukan oleh ulama Indonesia ketika bersama-sama rakyat berjihad memerangi penjajah Belanda. Tindakan memerangi penjajah tentu bukan terorisme. Justru para penjajah AS, Inggris itulah yang melakukan tindakan terorisme negara dengan korban yang massif. Namun sayangnya, fakta yang sangat jelas ini tidak banyak disinggung.
Termasuk mengkaitkan terorisme dengan wahabi dengan dibumbui kata radikal apalagi mengkaitkan dengan Hizbut Tahrir jelas adalah kedustaan disamping berbahaya. Siapapun yang membaca dengan teliti buku-buku Hizbut Tahrir bisa menyimpulkan bahwa tidak benar Hizbut Tahrir adalah wahabi. Hizbut Tahrir adalah partai Islam yang bertujuan melanjutkan kehidupan Islam dengan menegakkan syariah Islam di bawah institusi Khilafah Islam.
Dalam kitab Kaifa Hudimat al Khilafah (Bagaimana Khilafah Runtuh) yang ditulis oleh Amir Hizbut Tahrir yang kedua Syekh Abdul Qadim Zallum mengkritik Gerakan Wahhabi yang berkerjasama dengan Abdul Aziz bin Muhmmad bin Saud yang ditelah dimanfaatkan oleh Inggris untuk memberontak kepada Daulah Khilafah Ustmaniyah dan mendorong timbulnya perang antar Madzhab saat itu.
Hizbut Tahrir juga dengan tegas dalam buku-bukunya yang menjadi rujukan amal perjuangannya telah menegaskan jalan memperjuangkan syariah Islam bukanlah dengan jalan angkat senjata. Upaya mengkaitkan Hizbut Tahrir dengan terorisme jelas merupakan upaya membangun stigma negatif yang didasarkan kepada kedustaan. Opini ini memang sengaja dibangun oleh musuh-musuh Islam yang ingin menjauhkan Hizbut Tahrir dari ummat. Seperti yang dilakukan oleh Zeyno Baran dari The Nixon Centre atau Ariel Cohen.
Laporan Ariel Cohen –yang pernah tinggal di Israel selama sebelas tahun dan lulusan Bar Ilan University Law School di Tel Aviv– dipublikasikan oleh the Heritage Foundation yang dikenal luas sebagai think-tank Konservatif yang dekat dengan kelompok neo-Konservatif. Sementara Zeyno Baran –Direktur Program Energi dan Keamanan Internasional Nixon Centre– ternyata memiliki hubungan yang dekat dengan perusahan-perusahan minyak AS yang beroperasi di Asia Tengah dan rezim otoriter di Asia Tengah (lihat, Who is Zeyno Baran, www.khilafah.com) .Wajar kalau kemudian banyak muncul ketidakakuratan, inkonsistensi, generalisasi keliru, bahkan kebohongan dalam tulisan-tulisan tersebut
Hizbut Tahrir telah menegaskan garis perjuangannya untuk menegakkan syariah Islam yang tidak menggunakan kekerasaan/angkat senjata (non violence). Hal ini bisa dilihat secara terbuka dalam buku-buku rujukan HT, seperti kitab Ta’rif (Mengenal HT) atau Manhaj Hizbut Tahrir fi Taghyir (Strategi Hizbut Tahrir Untuk Melakukan Perubahan). Hizbut Tahrir dalam hal ini berkeyakinan, bahwa perubahan yang dicita-citakan harus dimulai dari pemikiran, serta menyakini bahwa masyarakat tidak dapat dipaksa untuk berubah dengan kekerasan dan teror. Karena itu, garis perjuangan Hizbut Tahrir sejak berdiri hingga hari Kiamat bersifat tetap, yaitu bersifat fikriyah (pemikiran), siyasiyah (politik) dan la madiyah wa la unfiyyah (non fisik dan kekerasan).
Terbukti, dalam aktivitasnya lebih dari 50 tahun sejak didirikan HT tidak pernah sekalipun menggunakan kekerasan meskipun banyak penguasa yang bersikap refresif dan kejam terhadap HT. Dalam wawancara dengan Al Jazeera, 17 Mei 2005, Craig Murray, mantan Duta Besar Inggris untuk Uzbekistan, mengatakan, “Hizbut Tahrir merupakan organisasi yang betul-betul tanpa kekerasan.” (http://www.English.aljzeera.net).
Bill Rammell mengatakan, “Kami belum menemukan bukti yang kuat bahwa Hizbut Tahrir adalah organisasi yang menyerukan kekerasan atau terorisme. Kita juga belum pernah melihat adanya hubungan kerjasama antara Hizbut Tahrir dan al-Qaida (UK FCO Minister Bill Rammell, Hansard, 19/4/04). ICG juga menyatakan hal yang sama tentang perbedaan HT yang melarang penggunaan aktivitas kekerasan dengan kelompok jihad (International Crisis Group, 2/3/05).
Dengan demikian, upaya mengkaitkan Hizbut Tahrir dengan terorisme adalah upaya pelacuran intelektual, yang penuh dengan kepentingan, khususnya kepentingan negara-negara besar, seperti AS dan Inggris. Penyebabnya tidak lain, karena HT dianggap merupakan ancaman potensial terhadap hegomoni Kapitalisme global yang telah menyengsarakan umat manusia. HT juga merupakan ancaman bagi AS, karena menyerukan syariah Islam dan Khilafah yang akan menggantikan sistem tirani global Kapitalisme ini. Sebab Hizbut Tahrir memang menjadikan Kapitalisme menjadi penyebab penderitaan manusia.
Tentu saja sangat menyedihkan, kalau ada intelektual, atau kelompok yang menjalankan agenda pihak asing ini, sebagai agendanya, yang sekaligus membuktikan kemiskinan intelektualitasnya. Menyebar kebohongan dan memprovokasi untuk mengelompokkan HT ke dalam kelompok terorisme.
Cap terorisme juga sering digunakan oleh Barat dan kelompok pendukungnya legitimasi untuk melakukan kedzoliman terhadap umat Islam. Pada gilirannya siapapun yang melakukan perjuangan melawan penjajahan Barat akan dicap teroris dan mereka berhak ditangkap tanpa bukti, disiksa bahkan dibunuh. Seperti yang dialami oleh umat Islam diberbagai kawasan dunia termasuk Indonesia. Dimasa Orde Baru, sangat banyak aktifis Islam yang dizolimi, dibantai dan dibunuh seperti yang terjadi dalam peristiwa Tanjung Priok dan tentu saja Talangsari Lampung ketika Hendropriyono menjadi Danrem Garuda Hitam disana. Peristiwa yang tidak bisa dilupakan oleh umat Islam dan tentu saja harus dipertanggungjawabkan oleh pelakunya dihadapan Allah SWT di Hari Akhir nanti.
Generalisasi kelompok Islam yang memperjuangkan syariah Islam dan Khilafah adalah teroris jelas bermaksud untuk menjauhkan umat dari perjuangan syariah Islam dan Khilafah. Padahal disamping merupakan kewajiban syari’ syariah dan Khilafah adalah solusi tuntas bagi umat Islam untuk mengakhiri penjajahan kapitalisme yang menjadi pangkal penderitaan umat Islam dan umat manusia di dunia saat ini.

Kamis, 23 Juli 2009

Ribuan Ulama dunia berkumpul di Istora untuk mendukung perjuangan penegakkan Syariah dan Khilafah

Alhamdulillah kami bisa hadir di Acara Muktamar Ulama Nasional bersama para ulama rombongan dari jawa timur sekitar 30 Bus meskipun kami datang di acara itu terlambat masuk ke istora karena kendala macet tapi tidak menjadikan kami kecewa bahkan semakin semangat karena tidak hanya ulama Indonesia yang berkumpul di sana tetapi para syeikh dari timur tengah dan ulama dari asia selatan bahkan eropa semuanya mendukung akan tegaknya syariah dan khilafah. Allahu Akbar.Ada seorang Kyai yang satu rombongan dengan kami usianya di atas 60 tahun sampai kakinya bengkak karena kelamaan duduk di bus dengan penuh semangat mengatakan. " Kalau negeri ini ingin barokah maka tidak ada kata lain kecuali dengan menerapkan Syariah dan Khilafah." Mari kita semua dukung perjuangan penegakkan syariah dan khilafah.
Lebih dari 7.000 ulama hadir dalam Muktamar Ulama Nasional (MUN) di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (21/7). Mereka sepakat untuk mendukung perjuangan menegakkan syariah dan khilafah. Wujud dukungan para ulama itu dituangkan dalam Mitsaq al-Ulama (Piagam Ulama).


Para ulama menyadari bahwa umat Islam, khususnya di Indonesia, menghadapi berbagai persoalan. Pangkal persoalan itu adalah tidak ada kehidupan Islam di mana di dalamnya diterapkan syariah Islam di bawah kepemimpinan seorang khalifah. Karenanya penegakan syariah dan khilafah adalah mutlak sebab itulah jalan satu-satunya menuju terwujudnya izzul Islam wal muslimin. Maka dari itu para ulama siap menjadi garda terdepan dalam perjuangan menegakkan syariah dan khilafah serta membela para pejuangnya.


Muktamar ini diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia bersamaan dengan momentum Isra’ Mi’raj 1430 H, sekaligus peringatan 88 runtuhnya Khilafah. Kegiatan ini selain dihadiri oleh para ulama dari seluruh Indonesia, juga dihadiri para ulama dari berbagai negara antara lain India, Bangladesh, Pakistan, Asia Tengah, Turki, Mesir, Yaman, Lebanon, Palestina, Syam, Sudan, dan Inggris. Secara bergantian para ulama dari berbagai negara ini menyampaikan pikirannya terhadap kondisi umat Islam baik di negaranya maupun di dunia internasional. Di sela-sela itu gema takbir berkumandang. ”Allahu Akbar.” Teriakan: ”Khilafah, khilafah, khilafah,” bersautan menjelang akhir muktamar.


Ustad Sidiq Al Jawi dari Indonesia, sebagai pembicara pertama mengawalinya dengan mengungkap berbagai intervensi asing di Indonesia di segala bidang kehidupan. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam ternyata penduduknya banyak yang miskin. Menurutnya, ini terjadi karena Indonesia menerapkan ideologi yang salah sejak merdeka hingga kini.”Solusinya jelas yakni dengan menerapkan syariah Islam secara menyeluruh dalam bingkai Khilafah Islam,” katanya.


Para ulama luar negeri dalam muktamar yang menggunakan pengantar bahasa Arab ini pun menegaskan bahwa umat Islam kian terpuruk ketika menjauh dari penerapan Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah (sistem pemerintahan Islam). Mereka menyatakan bahwa Khilafah adalah sebuah kewajiban yang agung, dan berjuang untuk menegakkannya kembali adalah kewajiban yang agung pula bagi setiap Muslim.


Begitu pentingnya kewajiban itu, sedemikian hingga para sahabat Nabi SAW bersepakat untuk mendahulukan upaya memilih pemimpin pengganti Rasulullah (khalifah) daripada memakamkan jenazah Rasulullah SAW, sekalipun mereka memahami bahwa memakamkan jenazah secara segera menjadi kewajiban mereka pula. Tindakan para sahabat Nabi SAW ini menunjukkan arti pentingnya perjuangan untuk menegakkan Khilafah sebagai sebuah kewajiban yang harus sesegera mungkin dilaksanakan.


Amir Hizbut Tahrir al-‘Alim Abu Rasytah dalam sambutannya yang diperdengarkan kepada muktamirin mengutip firman Allah dalam surat Fathir ayat 28 yang menyatakan bahwa hanya ulama-lah yang takut kepada Allah. Ulama adalah pewaris para Nabi, sehingga masa depan apa yang ditinggalkan oleh Nabi SAW tergantung pada ulama.


“Sesungguhnya tegaknya Khilafah bukan sekadar persoalan utama yang hanya menjamin kemuliaan kaum Muslim dan rahasia kekuatannya saja. Tetapi itu juga merupakan yang pertama dan terakhir dari berbagai kewajiban yang lain,”


Syeikh Atha’ menyeru: “Sungguh, kami sangat ingin saudara semuanya ikut berpartisipasi bersama kami untuk meraih kemuliaan yang agung ini, dengan berjuang untuk menegakkan Khilafah?” Ia berharap muktamar ini menjadi pengantar terbitnya fajar Khilafah, sehingga seluruh dunia diterangi oleh kemuliaan dan kekuatan kaum Muslim. Umat Islam juga kembali lagi menjadi umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Dan negara mereka menjadi negara nomor satu lagi di dunia, yang membawa kebaikan dan berkah di seluruh aspek kehidupan. (LI)
(www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.mentorplus.multiply.com )

Kamis, 09 Juli 2009

Keluarga Muslim Saat ini, sudahkah sesuai syariat Islam?

HTI Press (Semarang)–Kondisi keluarga Muslim saat ini tidak sesuai dengan fungsi keluarga menurut Islam. Banyaknya perceraian, penelantaran anak-anak, kekerasan dalam keluarga, pendidikan keluarga tidak berlandaskan Islam adalah sedikit dari potret keluarga Muslim sekarang. Papar Zulfa Alya, Direktur El Diina Homeschooling Yogyakarta pada Talkshow Hari Keluarga Indonesia hari Ahad (28/6) lalu di gedung Dewan Riset Daerah (DRD) Semarang.

Talkshow yang digagas oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II HTI Kota Semarang mengangkat tema “Ibu, di tanganmu lahir Generasi Khoiru Ummah”. Talkshow ini dihadiri sekitar 40 peserta dari kalangan Majelis Ta’lim, mahasiswa maupun masyarakat umum.

Zulfa Alya selaku pembicara pertama menyampaikan materi dengan tema ”Keluarga Muslim dalam Sorotan”. Dalam makalahnya, beliau memaparkan bagaimana kondisi keluarga Muslim saat ini yang tidak sesuai dengan fungsi keluarga menurut Islam. Banyaknya perceraian, penelantaran anak-anak, kekerasan dalam keluarga, pendidikan keluarga tidak berlandaskan Islam adalah sedikit dari potret keluarga Muslim sekarang. Menurut beliau kondisi ini terjadi karena dalam berkeluarga tidak dilandaskan Islam. Untuk itu beliau mengajak serta memberikan solusi untuk mengembalikan lagi tujuan berkeluarga sesuai Islam antara lain mewujudkan mawaddah warahmah (QS. Ar-Rum : 21), melanjutkan keturunan dan menghindari dosa (HR. Ahmad&Ibnu Hibban), mempererat silaturahim, sebagai sarana dakwah serta dalam rangka menggapai ridho Allah SWT.

Syam Purwaningsih, S.Pt (MHTI DPD II HTI Kota Semarang&pengasuh rubrik Rumahku Syurgaku Cakra TV Semarang) sebagai pembicara kedua menyampaikan makalah dengan tema : ”Keluarga Terbaik Pencetak Generasi Terbaik”. Dalam makalahnya beliau memaparkan pentingnya peran keluarga, masyarakat dan negara dalam menentukan corak generasi mendatang. Selain itu, beliau juga menyampaikan dasar dalam berkeluarga adalah ibadah untuk mencapai tujuan serta fungsi berkeluarga yang telah ditetapkan Islam.

Dipandu oleh Dwi Jati Agustin, SS, sebagai host acara ini berlangsung mulai pukul 08.30-12.00 WIB. Para peserta yang sebagian besar adalah ibu-ibu sangat antusias mengikuti acara ini. Peserta yang dibagi dalam tiga kelompok ini sangat mengharapkan lingkungan yang kondusif bagi pendidikan putra-putrinya. Acara ini juga dihadiri oleh insan media dari RRI Pro 2 Semarang.(I’lamiyah Jateng)

Rahasia Generasi Sahabat menjadi Sang The Winning Generation

Rahasia Generasi Sahabat menjadi Sang The Winning Generation

Kekalahan yang menimpa dan memorak-porandakan umat Islam sekarang ini adalah akibat dari perbuatan kita sendiri – karena Allah “cemburu”
”Sesungguhnya Allah tidak berbuat dzalim kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat dzalim kepada diri-mereka sendiri.” (TQS. Yunus(10) : 44)


Para sahabat nabi dalam banyak buku sejarah biografi telah menikmati kemenangan dan kekuasaan. Yang dahsyat dan luar biasa mereka menikmati kemenangan dan kekuasaan mereka tidak terbatas pada tempat dan waktu tertentu. Kemenangan dan kekuasaan mereka terjadi di seluruh tempat dan waktu. Subhaanallah.
Mereka telah menikmati kemenangan dan kekuasaan atas nafsu amarah yang selalu memerintahkan kejahatan. Mereka mengekangnya dengan tali kendali istiqomah dan takwa. Mereka memaksanya bertobat dan kembali kepada Allah jika ia berusaha melepas tali kendali tersebut.
Mereka telah menikmati kemenangan dan kekuasaan ketika berhadapan dengan musuh di medan perang sehingga kemenangan atas musuh mereka dapatkan dalam waktu sangat singkat dan beban sangat sedikit.
Mereka telah menikmati kemenangan dan kekuasaan ketika berhadapan dengan setan bangsa jin yang mengganggu mereka di seluruh jalan dan menantikan kekalahan mereka. Mereka tidak mau mendengarkan was-wasnya dan bujuk rayunya serta tidak mempedulikan tipu daya setan.
Mereka telah menikmati kemenangan dan kekuasaan dalam menundukkan dunia, pesonanya,perhiasannya dan tipu dayanya. Dunia tidak mampu menggoda mereka dan tidak kuasa menyibukkan mereka dari Tuhannya walau sesaat. Begitulah kemenangan dan kekuasaan menjadi hak mereka di mana pun mereka tinggal dan kapan pun mereka berada.
Tidak diragukan lagi bahwa pemberi kemenangan dan kekuasaan kepada generasi sahabat radhiyallahu ’anhum di setiap waktu dan tempat tersebut adalah Allah Swt yang menguasai kunci-kunci langit dan bumi. Dia adalah Dzat yang jika menghendaki sesuatu hanya cukup mengucapkan ”Kun Fayakun”.
Kemenangan dan kekuasaan yang diberikan oleh Allah Swt kepada mereka para sahabat karena mereka telah menghiasi diri dengan sejumlah karakter yang menjadi sebab turunnya kemenangan dan pertolongan Allah kepada mereka. Sejumlah karakter ini akan tetap menjadi sebab turunnya kemenangan dan kekuasaan dari Allah hingga hari kiamat selama ada konsistensi dalam mempraktekkannya.
Adapun rahasia atau karakter yang menjadikan kemenangan dan kekuasaan serta pertolongan Allah kepada generasi sahabat-menjadi The winning generation adalah sebagai berikut :

1. Mengikhlaskan Niat dan amal untuk Allah Swt.
2. Mengikuti Sunnah
3. Menyucikan jiwa
4. Zuhud pada dunia
5. Memutus seluruh ikatan jahiliyyah
6. Mencintai persatuan dan kesatuan umat Islam
7. Bersegera mengikuti hukum Allah dan Rasul-Nya.
8. Mewakafkan hidup untuk berdakwah di jalan Allah
9. Meyakini pertolongan dan kemenangan yang diberitakan Allah dan Rasul-Nya.
10. Bersemangat mempelajari Agama.

Pada tulisan berikutnya Insya Allah kita akan bahas satu-persatu lebih dalam sehingga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang berharga untuk kita laksanakan sehingga pertolongan Allah itu layak kita dapatkan.
Sobat, Allah kuasa untuk memberi kita kemenangan dan pertolongan seperti yang sudah diberikan-Nya kepada generasi sahabat, asal saja kita berjuang, berkorban dan bersabar seperti mereka. Salam Dahsyat dan Luar Biasa! ( www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com , Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H )

Manajemen Stress : Jadilah Good Maker Setiap Hari!

Manajemen Stress : Jadilah Good Maker Setiap Hari!

Dengan Mengatasi Suasana hati yang tidak menyenangkan dapat menciptakan hari-hari yang tidak menyebalkan! Jadilah Si Good Maker Setiap Hari. ”Daripada menunggu datangnya hari baik, buatlah hari ini menjadi hari baik”

Sobat, Stres membuat kita sulit untuk berpikir realistis dan suasana hati juga kacau. Oleh karena itu, diary atau buku harian Stres dapat dijadikan rujukan bagi anda apa yang sebenarnya terjadi, dan apa motivasi serta harapan anda yang sesungguhnya.
Mulailah dengan menuliskan tanda-tanda stres anda secara berurutan dari yang berat sampai yang paling ringan. Kemudian catatlah seluruh kemungkinan penyebab stres tersebut, lalu kelompokkan berdasarkan kategori seperti keluarga, pekerjaan, keuangan dan sebagainya. Buat juga kemungkinan solusi setiap penyebab stress tersebut.
Kemudian pantau perkembangan stres anda dengan melakukan solusi-solusi yang telah anda tetapkan. Jika hasil solusi tidak menggembirakan, cobalah dengan cara lain. Mintalah bantuan pasangan anda atau sahabat anda. Jika perlu mintalah bantuan pada ahlinya. Jika masalah anda pada pengaturan keuangan, mintalah nasehat dari ahli perencana keuangan misalnya safir senduk. Jika masalah anda berkaitan dengan ketidakmampuan anda mengendalikan kemarahan, carilah buku-buku atau seorang ahli yang dapat mengajarkan anda untuk mengatur kemarahan.
Sobat, sebagai seorang muslim kita bisa menggunakan tips atau cara menemukan solusi-solusi atas permasalahan anda di dalam al-qur’an?
 Bukalah Al-Qur’an dengan random.
 Lihatlah dan bacalah dengan penuh khusyuk baca juga terjemahannya.
 Renungkanlah dalam-dalam.
 Ketika anda mengalami banyak rintangan, hambatan, dan cobaan, kembalikan semua itu pada nilai-nilai Al-Qur’an. Anda dapat membaca dan memahami nilai-nilai dalam Al-Qur’an.
 “Sesungguhnya orang yang dalam rongga badannya tidak terdapat sesuatu dari Al-Qur’an adalah seperti rumah yang roboh.”(HR Tirmidzi )
 Jangan khawatir, biasakanlah anda membaca Al-Qur’an di pagi hari sebelum anda melangkahkan kaki ke tempat kerja. Pastikan juga anda memahami makna ayat yang anda baca. Dengan begitu,perasaan anda bahagia di pagi hari; Anda mengawali hari dengan pikiran dan perasaan positif.
Kita juga bisa juga berelaksasi dan mengafirmasi dengan Al-Qur’an :
 Nyalakan laptop, komputer, MP3 atau tape recorder anda. Pilih surat-surat Al-qur’an yang sudah anda pahami maknanya.
 Dengarkan dan simak sebaikmungkin. Renungkan baik-baik.
 Duduklah sebentar, pejamkan mata anda. Bayangkan keinginan-keinginan anda. Lalu tancapkan kuat-kuat “Saya dapat mencapai keinginan saya.” lepaskanlah seluruh beban hidup anda. Bayangkan seluruh permasalahan anda sekarang sudah tuntas.
 Dalam keadaan bahagia, angkatlah tangan anda. Ucapkan Alhamdulillah. Lalu, berdo’alah sesuai dengan harapan-harapan Anda.


Adapun langkah praktis yang bisa kita lakukan untuk mengatasi Stres dengan pendekatan Spiritual (al-qur’an) :
 Biasakanlah mengajak keluarga membaca Al-Qur’an selepas sholat shubuh lima-sepuluh menit.
 Sekitar pukul 09.00 pagi biasakanlah sholat dhuha bacalah Al-Qur’an satu sampai dua ayat. Lalu berdo’alah! Minta kelancaran Rezeki untuk keluarga Anda.
 Bacalah Terjemahannya, pahami dan renungkan.
 Menjelang tidur atau seusai sholat Isya baca Al-qur’an sejenak satu menit saja pahami artinya.
 Aturlah waktu membaca Al-Qur’an sefleksibel mungkin.
 Insya Allah keluarga Anda semakin harmonis dan Anda sudah merespons Al-Qur’an.
Insya Allah sobat, kalau itu yang kita lakukan maka setiap bangun pagi dengan perasaan yang bahagia. Usahakan kerjakan pekerjaan yang paling berat dulu di pagi hari, di saat tubuh dan pikiran masih segar, jadi siangnya kita bisa rileks. Buatlah daftar to do dan buatlah seefektif mungkin bagi anda. Sederhanakan masalah, dan jangan biarkan masalah berkembang menjadi besar. Tulis jurnal dan biasakan untuk bertanggung terhadap setiap rencana yang anda buat. Opend mind terhadap masukan. Menjadi orang yang mau menerima saran dan kritik akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih maju dan berkembang. Kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah pun akan semakin baik. Sebagai penutup dalam artikel singkat ini nikmatilah dengan apa yang kita lakukan. Lakukan terapi senyum dan humor setiap hari supaya mood tetap naik dan tidak turun drastis. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!
(www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com , Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H )