Kamis, 27 Agustus 2009

Kunci Bahagia Dunia dan Akherat


Kunci Bahagia dunia dan Akherat

Sobat, kebahagiaan adalah sesuatu yang kita cari dalam hidup ini bahkan merupakan tujuan hidup kita. Bukankah sepanjang hidup kita senantiasa mencari sesuatu yang lebih baik lagi? Banyak orang yang mencari kebahagiaan tetapi tak kunjung dapat. Ini sama sekali bukan berarti bahwa kebahagiaan itu sulit ditemukan. Bahkan sebenarnya kebahagiaan itu berada sangat dekat dengan kita. Yang membuat kita sulit menemukan kebahagiaan adalah karena kita sering terkecoh oleh sesuatu yang “menyamar” sebagai kebahagiaan

Sobat, Tahukah Anda siapa yang sering menyamar sebagai kebahagiaan? Inilah yang disebut kesenangan. Banyak orang yang merancukan kebahagiaan dengan kesenangan. Kesenangan bersifat sementara. Kesenangan bisa dicapai dari hal-hal yang bersifat fisik. Ini menghasilkan kepuasan, tetapi kepuasan yang dihasilkan tidak akan bertahan lama.

Kebahagiaan yang bergantung pada kesenangan fisik tidak mantap; suatu hari, kebahagiaan itu Anda rasakan, esoknya mungkin tidak. Ketika memilih “kesenangan” dan menganggapnya sebagai “kebahagiaan”, itu artinya kita sudah berjalan ke arah yang berbeda dengan jalan kebahagiaan. Karena itu, semakin jauh menikmati kesenangan, semakin jauh pulalah kita dari jalan kebahagiaan.

Ketika seseorang akan melakukan korupsi, ia pasti didorong oleh keinginannya untuk hidup lebih baik, untuk hidup lebih nyaman, untuk mencapai kebahagiaan. Orang yang korupsi sebenarnya mencari kebahagiaan, tetapi ia tidak menyadari bahwa apa yang ada di depan matanya itu sama sekali bukan kebahagiaan. Ia tidak tahu bahwa saat ini sedang berhadapan dengan “kesenangan” . Ia telah melihat “kesenangan” sebagai “kebahagiaan”. Orang yang berselingkuh sama saja. Orang-orang ini juga adalah mereka yang mendambakan kebahagiaan. Ketika melihat lawan jenis yang menggairahkan, yang terbayang di mata mereka adalah kebahagiaan apabila mereka mendapatkannya. Mereka juga tidak sadar bahwa yang berdiri di hadapan mereka bukanlah kebahagiaan, melainkan kesenangan dan kenikmatan yang menyamar sebagai kebahagiaan.

Sobat, Jalan kebaikan senantiasa berakhir pada kebahagiaan, sementara jalan kesenangan sering berakhir pada kesengsaraan. Kebahagiaan itu adalah apa yang kita lakukan dan tercapainya segala sesuatu sesuai dengan keridhoan Allah SWt dan keridhoan Allah Swt akan tercapai bila kita melakukan segala sesuatu berdasarkan perintah dan larangan-Nya. Itulah yang menjadikan hati kita tenang dan kedamaian pikiran. Makin tinggi tingkat ketenangan pikiran kita, makin besar kedamaian yang kita rasakan, makin besar kemampuan kita menikmati hidup yang bahagia.

Orang yang berbahagia adalah orang yang dapat mengurai dan menjawab dengan benar dari mana kita berasal? ( Siapa yang menciptakan kita?) , Untuk apa kita hidup?, Dan Mau kemana kita akan kembali setelah hidup di dunia ini? . Orang yang berbahagia adalah orang yang dapat berdamai dengan dirinya, dengan orang lain, dan dengan Allah SWt.
Sobat, Valentino Dinsi dalam bukunya 8 Secrets , Delapan Rahasia meraih kebahagiaan dunia dan akherat menyebutkan untuk menggapai kebahagiaan sebagaimana do’a yang setiap selesai sholat kita lantunkan dan orang bilang doa sapu jagad yaitu:
 •            • 
201. dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka"[*].(TQS. Al-Baqarah 201)

[*] Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang Muslim.

Maka apa saja yang harus kita lakukan untuk meraih kebahagiaan dunia dan akherat?

1. Kekuatan Niat : Segala sesuatu tergerak dari niat. Dengan kuatnya niat akan menggerakkan pikiran dan tindakan searah tujuan yang kita inginkan. Semakin tulus, kuat dan ikhlasnya niat semakin cepat juga mengarahkan pikiran dan tindakan kepada tujuan. Bukankah Rasulullah SAW menegaskan ” Wahai segenap manusia! Sesungguhnya setiap amal perbuatan ( Action atau tindakan) tergantung kepada niat. Dan seseorang akan mendapatkan (the result) sesuai apa yang diniatkan.” (HR. Bukhari-Muslim)
2. Kekuatan Do’a : Jalaludin Rumi pernah berkata ” Semua ada dalam dirimu. Mintalah melalui dirimu sendiri.” Dalam Hadits qudsi disebutkan Allah berfirman : ” Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, pasti akan Kukabulkan, dan Siapa yang memohon kepada-Ku, pasti akan Kuberi, dan siapa yang mohon ampun kepada-Ku pasti akan kuampuni.” Jika kita tidak pernah meminta, maka kita tidak akan pernah menerimanya, banyak orang minta sesuatu, tetapi kemudian menjadi ragu-ragu sehingga apa yang ada, tidak betul-betul termanifestasikan. Tanpa sadar terjadi energi ’penolakan’ akibat keragu-raguannya.
3. Kekuatan Dzikir: Allah memberikan jalan untuk menenangkan hati dan pikiran kita melalui dzikir. Khusuk dalam berdzikir, membuat hati menjadi tenang. Dengan dzikir yang kuat kita measakan kehadiran Allah. Ihsan. Bukan membayangkan Zat-Nya tetapi keberadaan-Nya. Gerak visual alam semesta adalah refleksi dari kehadiran-Nya.Dengan berdzikir secara khusuk Allah memberikan rahmat kepada kita dan itu bisa berupa ketentraman dan jalan keluar apa yang kita inginkan. Bisa juga rezeki yang tidak disangka-sangka. Allah berfirman :
      
152. karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu[*], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.(TQS. Al-Baqarah 152)

[*] Maksudnya: aku limpahkan rahmat dan ampunan-Ku kepadamu.


4. Kekuatan Iman dan Takwa : Dengan kekuatan Iman dan Takwa, Allah akan membukakan jalan keluar dari sesuatu yang sebelumnya tidak kita duga.Sesungguhnya hanya orang-orang yang beriman yang mendapat petunjuk dan merakalah orang yang beruntung. Kekuatan Iman dan Takwalah yang benar-benar menggerakkan alam semesta mendukungnya atau disingkat mestakung. Dengan beriman dan bertakwa maka Allah akan limpahkan berkah dari langit dan bumi bisa baca QS. Al-a’raaf 96, diberikan jalan keluar dan rezeki yang tidak disangka-sangka baca QS Ath-Thalaq 2, Mendapatkan kebahagiaan di negeri akherat lihat QS Ali-Imran 15.
5. Kekuatan Syukur : Janji Allah pasti benar. Jika kita bersyukur dalam kondisi apa pun, Allah pasti akan menambah nikmat-Nya kepada kita. Silahkan baca QS. Ibrahim ayat 7. Rasulullah Muhammada Saw merupakan contoh dan teladan yang terbaik manusia yang bersyukur. Beliau merupakan orang yang ahli ibadah. Padahal beliau adalah orang yang bebas dari dosa dan dijamin masuk surga. Tetapi beliau tetap begitu semangat dan keras usahanya dalam beribadah kepada Allah Swt. Alasan beliau adalah ibadah bagian dari syukur beliau. Jika Rasulullah Saw yang ma’shum saja seperti itu ibadahnya, bentuk rasa syukurnya, lalu bagaimana dengan kita yang bukan nabi, bukan orang yang terpelihara dari dosa? Harusnya malah lebih banyak dan keras usahanya beribadah sebagai wujud syukur kita kepada-Nya.
6. Kekuatan Sedekah : Sedekah adalah merupakan sebuah investasi abadi dengan pengembalian yang ternilai. Kita memberikan pinjaman kepada Allah, maka pinjaman tersebut dikembalikan oleh Allah dengan keuntungan yang berlipat ganda. Tidak hanya keuntungan di dunia,tetapi di akherat. Banyak janji-janji Allah yang disebutkan dalam al-qur’an seperti pada QS al-baqarah 245 dan QS al-baqarah 261. Rasulullah Saw.pernah bersabda ; ” Jauhilah api neraka walaupun hanya dengan sepotong kurma.” Lihatlah sobat, keagungan berinfak! Separuh buah kurma dapat menyelamatkan anda dari api neraka. Jadi apalagi yang kita tunggu? Ayo Sobat, Marilah kita berinfaq!
7. Kekuatan Tahajjud : Sholat tahajud ternyata tidak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapat maqam ( tempat) terpuji di sisi Allah. Silahkan baca QS Al-Isra’ ayat 79 tapi juga sangat penting bagi kesehatan dan dunia kedokteran. Silahkan baca buku hasil penelitian atau Desertasi Doktor Prof. Mohammad Sholeh, Dosen IAIN Sunan Ampel saat kuliah S-3 di Fak. Kedokteran UNAIR sby beliau mengatakan, ”Jika Anda melakukannya secara rutin, benar, khusyuk, dan ikhlas, niscaya anda terbebas dari infeksi dan kanker.”
8. Kekuatan mujahadah atau Totalitas bertindak dan Tawakkal kepada Allah. Dengan totalitas bertindak, setiap orang akan mampu mengukir prestasi dengan penuh kegairahan, kemudian secara pasti akan mengembalikan harga diri. Hal ini menunjukkan pentingnya etos kerja melalui hidup penuh kesungguhan dan kerja keras tanpa kenal putus asa. Jika ini disinergikan dengan tawakkal maka akan lahir pribadi yang ynggul dan tangguh dengan tetap dilandasi oleh nilai kearifan. Bukankah Allah berfirman :
      •    
..”kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (TQS.Ali –Imran 159).
Sobat, sebagai penutup dari tulisan yang singkat ini, Ingatlah bahwa kita hidup di dunia ini hanya untuk beribadah dan mengabdi kepada-Nya. Dunia adalah sawah ladangnya akherat tempat kita menabur dan menanam benih kebaikkan maka Insya Allah di akherat kita akan mendapatkan balasan kebaikkan. Salam Dahsyat dan Luar Biasa! Never Give Up! Allahu Akbar!
( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )

Rabu, 19 Agustus 2009

Raihlah Kemerdekaan Hakiki!

Raihlah Kemerdekaan Hakiki dengan Syariah Islam !

Mungkin kita sudah lupa, berapa kali kita sudah merayakan kemerdekaan kita. Akan tetapi, benarkah kita benar-benar sudah merdeka? Jawabannya: Belum!

Secara ekonomi, jelas kita masih dijajah. Kebijakan-kebijakan ekonomi kita masih merujuk pada Kapitalisme Barat. Ketergantungan ekonomi kita pada negara-negara kapitalis Barat juga luar bisa. Yang paling menyolok adalah utang luar negeri yang terus bertambah dan menjadi beban yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Secara politik, kita juga masih dijajah. Buktinya, sistem politik yang kita anut, yakni demokrasi, lagi-lagi berasal dari negara kapitalis penjajah. Tragisnya, demokrasi menjadi alat bagi penjajah Barat untuk menjamin kepentingan-kepentingannya.

Lihat juga hukum kita. Hampir bisa disebut masih didominasi oleh hukum-hukum kolonial.


Di samping itu, kemiskinan menjadi penyakit umum rakyat; busung lapar dan gizi buruk terjadi di mana-mana. Negara juga belum berhasil membebaskan rakyatnya dari kebodohan. Jadilah rakyat semakin lengkap penderitaannya.


Rakyat juga masih belum aman. Pembunuhan, penganiyaan, dan kriminalitas menjadi menu harian rakyat Indonesia. Bukan hanya tidak aman dari sesama, rakyat juga tidak aman dari penguasa mereka. Hubungan rakyat dan penguasa bagaikan hubungan antarmusuh. Tanah rakyat digusur atas nama pembangunan. Pedagang kaki lima digusur di sana-sini dengan alasan penertiban. Pengusaha tidak aman dengan banyaknya kutipan liar dan kewajiban suap di sana-sini. Para aktifis Islam juga tidak aman menyerukan kebenaran Islam; mereka bisa diculik kapan saja dan dituduh sebagai teroris.


Mengapa kita masih belum benar-benar merdeka dari penjajahan? Jawabannya sederhana: kita masih memakai sistem yang berasal dari penjajah, yaitu Kapitalisme. Kita juga masih percaya kepada penguasa, politisi, dan para intelektual yang menjadi kaki tangan penjajah.


Karena itu, kunci agar kita benar-benar mampu melepaskan diri penjajahan ada dua: (1) melepaskan diri dari sistem kapitalis dalam segala bidang; (2) jangan percaya pada penguasa dan politisi yang menjadi kaki tangan negara-negara kapitalis.

Tentu saja, tidak sekadar melepaskan diri dari sistem kapitalis. Sebagai solusinya, kita harus menerapkan aturan-aturan Islam dalam seluruh kehidupan kita. Hanya dengan syariat Islamlah kita dapat lepas dari aturan-aturan penjajahan. Hanya dengan syariat Islam pula kita bisa meraih tujuan-tujuan bernegara.


Syariat Islam yang akan diterapkan oleh Khilafah Islam akan menjamin kesejahteraan rakyat karena kebijakan politik ekonomi Islam adalah menjamin kebutuhan pokok setiap individu rakyat. Lebih dari kebutuhan pokok (primer), negara juga akan memberikan kemudahan kepada rakyat untuk mendapatkan kebutuhan sekunder dan tersier. Jadi, jangan Anda bayangkan kalau syariat Islam tegak, Anda tidak boleh punya BMW atau rumah bagus. Tentu saja boleh, asal diperoleh dengan cara yang halal.


Negara juga akan menjamin kebutuhan vital bersama rakyat seperti kesehatan gratis, pendidikan gratis, dan kemudahan transportasi. Khilafah Islam juga akan menjamin keamanan rakyat dengan menerapkan hukum yang tegas.


Sering muncul sanggahan untuk kembali pada syariat Islam. Mereka yang pro penjajah kapitalis sering mencontohkan kemajuan Amerika dan negara-negara Barat lainnya yang sejahtera, aman, serta mengalami kemajuan sains dan teknologi karena menerapkan sistem kapitalis. Lalu muncul pernyataan sinis, kalau dengan Kapitalisme bisa sejahtera dan maju, mengapa harus dengan syariat Islam?


Mereka lupa, Kapitalisme memiliki cacat yang mendasar. Pertama, sistem Kapitalisme tidak menenteramkan jiwa. Memang, negara-negara kapitalis telah menunjukkan kemajuan yang besar di bidang peradaban fisik sains dan teknologi, tetapi kehidupan sosial mereka hancur-hancuran. Kehausan spiritual, perpecahan keluarga, sampai gejala kesepian merupakan penyakit sosial yang merajalela di sana.


Kedua, kejayaan peradaban fisik sistem Kapitalisme dibangun atas penderitaan rakyat negara lain yang mereka jajah. Tidak segan-segan mereka memerangi suatu negara untuk mengeksploitasi kekayaan alam negara itu. Contohnya adalah Irak. Mereka juga memiskinkan negara-negara lain lewat jebakan utang luar negeri, dominasi mata uang dolar, dan investasi asing yang lebih menguntungkan Barat. Untuk kepentingan ekonominya, mereka membuat berbagai perang. Tidak mengherankan jika di wilayah yang kekayaan alamnya besar, biasanya di sana mereka membuat konflik. Contohnya adalah di Irak, Afganistan, Sudan Selatan, Asia Tengah, dan Indonesia—di Aceh, misalnya.


Sebaliknya, dalam sistem Islam, kemajuan sains dan teknologi dan pembangunan fisik lainnya yang sifatnya materi bisa diraih, tetapi sekaligus juga menenteramkan jiwa. Sebab, Islam membolehkan rakyatnya untuk mengadopsi sains dan teknologi maju dari manapun, bahkan mendorong negara untuk menguasai dan mengembangkannya; tidak lain untuk keperluan melayani masyarakat dan jihad menyebarluaskan dakwah Islam. Wajar jika pada masa Islam ditegakkan, umat Islam unggul dalam sains dan teknologi. Itu terjadi pada masa Khilafah. Pada saat yang sama, kalbu-kalbu mereka merasa tenteram, karena Islam dibangun atas dasar akidah Islam yang memuaskan akal dan sesuai dengan fitrah manusia.

Daulah Khilafah Islam juga tidak memiliki motif ekonomi untuk mengeksploitasi kekayaan alam negara yang tunduk pada Islam. Daulah Khilafah Islam akan mensejahterakan seluruh rakyatnya; baik rakyat yang menaklukkan atau yang ditaklukkan; Muslim atau non-Muslim.

Terakhir, ini yang jelas tidak dimiliki oleh sistem kapitalis, yakni keridhaan Allah Swt. Dengan sistem Islam, rakyat, di samping mendapat kebahagian di dunia, juga akan mendapat kebahagian di akhirat, karena mereka telah melakukan sesuatu yang diridhai Allah dengan menjalankan syariat-Nya. Itulah kemerdekaan sejati yang hanya akan kita raih dengan cara menegakkan syariat Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah. Allâhu akbar! [Farid Wadjdi ]

Selasa, 18 Agustus 2009

MHTI Jateng Menbentuk Ibu dan Remaja Berkarakter Islam

MHTI Jateng Membentuk Ibu dan Remaja Berkarakter Islam

HTI Press- Sebagai tindak lanjut dari talkshow “Membentuk Generasi Berkarakter Islam untuk Mewujudkan Generasi Mandiri” yang telah diselenggarakan pada 20 Juli 2009, Muslimah HTI DPD I Jateng menyelenggarakan Training Muslimah bertajuk Ibu dan Remaja Muslimah Pembangun Generasi Berkarakter Islam pada hari Ahad, 9 Agustus 2009 bertempat di Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang. Peserta training adalah ibu dan remaja kurang lebih 50 orang yang sebelumnya hadir pada acara Talkshow “Membentuk Generasi Berkarakter Islam untuk Mewujudkan Generasi Mandiri”.

Training dibagi menjadi dua kelas, kelas Ibu dihadiri kurang lebih 15 peserta dipandu trainer dari Surabaya, Ustadzah Nurul Izzati,S.Kom,(Muslimah Hizbut Tahrir DPD I Jawa Timur). Dalam paparannya Ustdz. Nurul Izzati menyampaikan bahwa bagi seorang ibu anak adalah sebagai amanah Allah,terlahir dalam kondisi fithrah ketaatan sempurna kepada Allah sehingga tanggungjawab orang tua untuk mengembalikannya kepada Allah dalam kondisi fithrahnya lagi yaitu mencapai ketaatan sempurna kepada Allah sang Pencipta. Anak juga merupakan investasi akherat bagi orang tuanya karena do’a anak yang shloleh akan mengalirkan pahala pada orang tuanya yang sudah meninggal, disampaikan pula bahwa anak adalah aset masa depan Islam, sehingga perlu mendidik anak menjadi generasi yang siap berjuang memuliakan Islam. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa untuk menghasilkan generasi pejuang Islam maka diperlukan konsep pendidikan yang berpola pikir islam dan berpola sikap islam sehingga mampu terwujud perilaku islami pada diri anak.

Minimal ada tiga hal yang diperlukan yaitu keteladanan orang tua dalam ketaatan kepada Allah, senantiasa membangun konsep diri positif pada anak agar menjadikannya anak percaya diri dan tahan banting, terakhir agar orang tua harus selalu mendo’akan anak dan membantu anak untuk taat pada Allah swt. Beliau menyampaikan materi dengan menarik dan mengambil contoh dari kehidupan sehari-hari seorang ibu yang berkutat dengan anak yang sangat kreatif, belajar dengan mengeksplorasi benda dan lingkungan, namun lebih sering ibu mengartikan tingkah anak tersebut sebagai hal yang nakal dan merepotkan ibu. Contoh-contoh yang diambil begitu dekat dengan kehidupan ibu membuat paparan beliau terasa mengalir dan mudah dipahami para ibu peserta training. Sesi terakhir training ditawarkan bagi para ibu untuk menjadi pelajar hizbuttahrir guna menambah kelimuan tentang pendidikan berkarakter islam.

Kelas remaja dipandu trainer dari Muslimah Hizbut Tahrir Jatim Ustadzah Aisyah Alfathinah. Beliau menyampaikan bahwa saat ini sangat dibutuhkan remaja-remaja cerdas, digambarkan bahwa remaja cerdas adalah yang memahami hakekat kehidupannya yang berasal dari Allah dan kelak akan kembali kepada Allah dalam keadaan keimanan tertinggi. Sehingga ketika hidup di dunia semata-mata untuk menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Seorang remaja cerdas mampu memahami bahwa permasalahan keterpurukan umat Islam adalah akibat tidak sempurnanya penerapan hukum karena tidak ada institusi penerap syariah yaitu khilafah islamiyah. Karenanya seorang remaja cerdas yang berkarakter islam(berpola pikir islam dan berpola sikap islam) sudah sepatutnya menempa dirinya menjadi pejuang yang menyuarakan penerapan syariah Islam dan penegakan institusi penerapnya yaitu Khilafah Islamiyah. Training kelas remaja ditutup dengan renungan singkat, dengan harapan akan terlahir remaja-remaja cerdas pejuang syariah, penegak khilafah. (LI Jateng)

Selasa, 11 Agustus 2009

Terorisme dan Stigmatif Negatif Perjuangan Syariah dan Khilafah

Terorisme dan Stigmatif Negatif Perjuangan Syariah dan Khilafah
Mantan Kepala BIN A.M Hendropriyono kembali mengundang kontroversi. Dalam wawancara dengan TV One 29/7/2009) Hendropriyono berusaha mengkaitkan antara terorisme dengan apa yang dia sebut sebagai wahabi radikal. Menurutnya wahabi radikal merupakan lingkungan yang cocok (habitat) bagi terorisme. Tidak hanya itu, Hendropriyono juga mengkaitkan wahabi radikal dengan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin.
Pernyataan ‘ngawur’ seperti ini disamping banyak yang tidak berdasarkan fakta juga berbahaya. Meskipun tentu harus diakui memang ada kelompok Islam memilih jalan kekerasan tujuannya. Namun melakukan generalisasi dengan menyatakan itu setiap kekerasan adalah terorisme adalah keliru. Beberapa kelompok Islam seperti Hizbut Tahrir telah menegaskan ketidaksetujuannya bahkan pengecaman terhadap pemboman yang salah seperti pemboman di Jakarta baru-baru ini .
Tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok mujahidin Islam di Palestina, Irak, dan Afghanistan, tidaklah bisa disebut tindakan teroris. Apa yang dilakukan oleh umat Islam disana adalah jihad memerangi penjajah yang telah menduduki, merampas, dan membunuh umat Islam. Sudah tidak terhitung berapa nyawa umat Islam terbunuh akibat penjajahan ini. Hal yang sama pernah dilakukan oleh ulama Indonesia ketika bersama-sama rakyat berjihad memerangi penjajah Belanda. Tindakan memerangi penjajah tentu bukan terorisme. Justru para penjajah AS, Inggris itulah yang melakukan tindakan terorisme negara dengan korban yang massif. Namun sayangnya, fakta yang sangat jelas ini tidak banyak disinggung.
Termasuk mengkaitkan terorisme dengan wahabi dengan dibumbui kata radikal apalagi mengkaitkan dengan Hizbut Tahrir jelas adalah kedustaan disamping berbahaya. Siapapun yang membaca dengan teliti buku-buku Hizbut Tahrir bisa menyimpulkan bahwa tidak benar Hizbut Tahrir adalah wahabi. Hizbut Tahrir adalah partai Islam yang bertujuan melanjutkan kehidupan Islam dengan menegakkan syariah Islam di bawah institusi Khilafah Islam.
Dalam kitab Kaifa Hudimat al Khilafah (Bagaimana Khilafah Runtuh) yang ditulis oleh Amir Hizbut Tahrir yang kedua Syekh Abdul Qadim Zallum mengkritik Gerakan Wahhabi yang berkerjasama dengan Abdul Aziz bin Muhmmad bin Saud yang ditelah dimanfaatkan oleh Inggris untuk memberontak kepada Daulah Khilafah Ustmaniyah dan mendorong timbulnya perang antar Madzhab saat itu.
Hizbut Tahrir juga dengan tegas dalam buku-bukunya yang menjadi rujukan amal perjuangannya telah menegaskan jalan memperjuangkan syariah Islam bukanlah dengan jalan angkat senjata. Upaya mengkaitkan Hizbut Tahrir dengan terorisme jelas merupakan upaya membangun stigma negatif yang didasarkan kepada kedustaan. Opini ini memang sengaja dibangun oleh musuh-musuh Islam yang ingin menjauhkan Hizbut Tahrir dari ummat. Seperti yang dilakukan oleh Zeyno Baran dari The Nixon Centre atau Ariel Cohen.
Laporan Ariel Cohen –yang pernah tinggal di Israel selama sebelas tahun dan lulusan Bar Ilan University Law School di Tel Aviv– dipublikasikan oleh the Heritage Foundation yang dikenal luas sebagai think-tank Konservatif yang dekat dengan kelompok neo-Konservatif. Sementara Zeyno Baran –Direktur Program Energi dan Keamanan Internasional Nixon Centre– ternyata memiliki hubungan yang dekat dengan perusahan-perusahan minyak AS yang beroperasi di Asia Tengah dan rezim otoriter di Asia Tengah (lihat, Who is Zeyno Baran, www.khilafah.com) .Wajar kalau kemudian banyak muncul ketidakakuratan, inkonsistensi, generalisasi keliru, bahkan kebohongan dalam tulisan-tulisan tersebut
Hizbut Tahrir telah menegaskan garis perjuangannya untuk menegakkan syariah Islam yang tidak menggunakan kekerasaan/angkat senjata (non violence). Hal ini bisa dilihat secara terbuka dalam buku-buku rujukan HT, seperti kitab Ta’rif (Mengenal HT) atau Manhaj Hizbut Tahrir fi Taghyir (Strategi Hizbut Tahrir Untuk Melakukan Perubahan). Hizbut Tahrir dalam hal ini berkeyakinan, bahwa perubahan yang dicita-citakan harus dimulai dari pemikiran, serta menyakini bahwa masyarakat tidak dapat dipaksa untuk berubah dengan kekerasan dan teror. Karena itu, garis perjuangan Hizbut Tahrir sejak berdiri hingga hari Kiamat bersifat tetap, yaitu bersifat fikriyah (pemikiran), siyasiyah (politik) dan la madiyah wa la unfiyyah (non fisik dan kekerasan).
Terbukti, dalam aktivitasnya lebih dari 50 tahun sejak didirikan HT tidak pernah sekalipun menggunakan kekerasan meskipun banyak penguasa yang bersikap refresif dan kejam terhadap HT. Dalam wawancara dengan Al Jazeera, 17 Mei 2005, Craig Murray, mantan Duta Besar Inggris untuk Uzbekistan, mengatakan, “Hizbut Tahrir merupakan organisasi yang betul-betul tanpa kekerasan.” (http://www.English.aljzeera.net).
Bill Rammell mengatakan, “Kami belum menemukan bukti yang kuat bahwa Hizbut Tahrir adalah organisasi yang menyerukan kekerasan atau terorisme. Kita juga belum pernah melihat adanya hubungan kerjasama antara Hizbut Tahrir dan al-Qaida (UK FCO Minister Bill Rammell, Hansard, 19/4/04). ICG juga menyatakan hal yang sama tentang perbedaan HT yang melarang penggunaan aktivitas kekerasan dengan kelompok jihad (International Crisis Group, 2/3/05).
Dengan demikian, upaya mengkaitkan Hizbut Tahrir dengan terorisme adalah upaya pelacuran intelektual, yang penuh dengan kepentingan, khususnya kepentingan negara-negara besar, seperti AS dan Inggris. Penyebabnya tidak lain, karena HT dianggap merupakan ancaman potensial terhadap hegomoni Kapitalisme global yang telah menyengsarakan umat manusia. HT juga merupakan ancaman bagi AS, karena menyerukan syariah Islam dan Khilafah yang akan menggantikan sistem tirani global Kapitalisme ini. Sebab Hizbut Tahrir memang menjadikan Kapitalisme menjadi penyebab penderitaan manusia.
Tentu saja sangat menyedihkan, kalau ada intelektual, atau kelompok yang menjalankan agenda pihak asing ini, sebagai agendanya, yang sekaligus membuktikan kemiskinan intelektualitasnya. Menyebar kebohongan dan memprovokasi untuk mengelompokkan HT ke dalam kelompok terorisme.
Cap terorisme juga sering digunakan oleh Barat dan kelompok pendukungnya legitimasi untuk melakukan kedzoliman terhadap umat Islam. Pada gilirannya siapapun yang melakukan perjuangan melawan penjajahan Barat akan dicap teroris dan mereka berhak ditangkap tanpa bukti, disiksa bahkan dibunuh. Seperti yang dialami oleh umat Islam diberbagai kawasan dunia termasuk Indonesia. Dimasa Orde Baru, sangat banyak aktifis Islam yang dizolimi, dibantai dan dibunuh seperti yang terjadi dalam peristiwa Tanjung Priok dan tentu saja Talangsari Lampung ketika Hendropriyono menjadi Danrem Garuda Hitam disana. Peristiwa yang tidak bisa dilupakan oleh umat Islam dan tentu saja harus dipertanggungjawabkan oleh pelakunya dihadapan Allah SWT di Hari Akhir nanti.
Generalisasi kelompok Islam yang memperjuangkan syariah Islam dan Khilafah adalah teroris jelas bermaksud untuk menjauhkan umat dari perjuangan syariah Islam dan Khilafah. Padahal disamping merupakan kewajiban syari’ syariah dan Khilafah adalah solusi tuntas bagi umat Islam untuk mengakhiri penjajahan kapitalisme yang menjadi pangkal penderitaan umat Islam dan umat manusia di dunia saat ini.